Hasil Tes Penempatan Kelas Mahasiswa Baru Semester Ganjil 2016-2017

Berikut ini adalah hasil Tes Penempatan Kelas Mahasiswa Baru Ma’had Abdurrahman Bin ‘Auf Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016-2017.

Silahkan Klik pada masing-masing Judul untuk Mengetahui Hasil Tes Penempatan kelas.

Maba Diterima Semester Genap 2016-2017 (Putra)

Maba Diterima Semester Genap 2016-2017 (Putri)

1. Bagi yang namanya tidak tercantum, segera menghubungi Ibu Sholihah di Sekretariat Putri atau Bapak Syaifuddin di Sekretariat Putra

2. Seluruh mahasiswa baru WAJIB melakukan Daftar Ulang dengan Mengisi Formulir Herregistrasi, melengkapi dokumen pendaftaran dan membayar Biaya Daftar Ulang. Daftar Ulang secara Online bisa klik di sini

3. Pembelian Buku Paket dapat dilakukan pada saat daftar ulang di Sekretariat Ma’had

5. Orientasi Pengenalan Program/ Muhadhoroh Ta’rifiah Untuk Mahasiswa Baru diadakan pada Hari Senin, 05 September 2016 Jam 08.30 (untuk Putri) dan Jam 13.00 (untuk Putra) bertempat di Ruang Kelas Persiapan (Tamhidi)

6. Bagi mahasiswa yang terlambat melakukan daftar ulang akan dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,- yang wajib dibayarkan pada saat yang bersangkutan memastikan diri untuk studi di Ma’had.

7. Selamat bergabung ke dalam Keluarga Besar Civitas Akademika Ma’had Abdurrahman Bin ‘Auf Malang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat kepada kita dan kita mampu istiqomah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pengumuman Daftar Nilai Akhir Semester Genap TA 2015-2016

Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa/i Ma’had Abdurrahman Bin ‘Auf Malang, berikut ini adalah link download Daftar Nilai Ujian Akhir dan predikat kelulusan pada Semester Genap TA 2015-2016. Silahkan klik link donwload untuk mengetahui perolehan nilai masing-masing.

  1. Daftar Nilai UTS+UAS Semester Genap 2015-2016 (Putra) :
  2. Daftar Nilai UTS+UAS Semester Genap 2015-2016 (Putri):

Bagi Seluruh Mahasiswa/i diwajibkan segera melakukan daftar ulang dengan mengisi form Daftar Ulang ke Idarah Ma’had mulai tgl. 22 Agustus 2016 s/d 02 September 2016. Daftar Ulang bisa juga dilakukan secara Online dengan klik link berikut:

DAFTAR ULANG ONLINE

Mahasiswa yang terlambat daftar ulang akan dikenakan denda Rp. 50.000 bila ingin tetap melanjutkan studi di Ma’had.

Dimohon pengumuman ini bisa disampaikan kepada Mahasiswa yang lain.

Barakallahufiekum.

Daftar Ulang Online

 

 

Catatan:

  • Seluruh mahasiswa Ma’had Abdurrahman Bin ‘Auf, baik yang naik kelas maupun tinggal kelas, mahasiswa lama maupun mahasiswa baru, DIWAJIBKAN melakukan daftar ulang/ herregistrasi ke Sekretariat Ma’had atau secara online mulai tanggal 22 Agustus s.d 02 September 2016 (mahasiswa lama). Bagi mahasiswa yang telah melakukan daftar ulang secara online tetap harus mengisi formulir daftar ulang di sekretariat ma’had.
  • Efektif mulai Semester Genap TA 2015-2016 Semester Ganjil, bagi mahasiswa yang terlambat melakukan daftar ulang akan dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,- yang wajib dibayarkan pada saat yang bersangkutan memastikan diri untuk melanjutkan studi di Ma’had.

MENGHIMPUN KEBAIKAN DI BULAN DZULHIJJAH

Dua bulan yang lalu Allah –Subhanahu wata`ala- telah memuliakan umat Islam dengan hidangan kebaikan, keberkahan, ampunan dan pahala yang tak terhingga. Itulah bulan Ramadhan, bulan terbaik yang Allah ciptakan. salah satu malam yang berada pada sepuluh hari terakhir di bulan itu lebih baik dari seribu bulan.

Subhanallah…!, begitu sayangnya Allah kepada hamba-hambanya sehingga Ia bukakan semua pintu-pintu kebaikan agar kemudian hamba-Nya berlomba-lomba untuk bisa masuk melalui pintu-pintu itu menuju singgasana kemuliaan di syurga-Nya.

Petunjuk, Cinta, dan kasih sayang Allah selalu ada tersedia di hadapan kita. Ia tebarkan kepada setiap hamba-Nya. Allah selalu membuka pintu-pintu kebaikan setiap saat dan membentangkan ampunannya setiap waktu. Maka, bagi siapa saja yang belum tergerak hatinya untuk masuk ke dalam pintu-pintu kebaikan pada kesempatan yang lalu, jangan khawatir, Allah masih menyediakan kesempatan yang lain, maka segeralah sambut ajakan-ajakan kebaikan selagi kesempatan masih ada.

Bagi mereka yang lalai, terlelap dalam kemelut dunia sehingga tidak sempat memanfaatkan kemuliaan bulan Ramadhan untuk beribadah dan beramal sholeh dengan baik, maka segeralah beristighfar dan manfaatkan sebaik mungkin momentum kebaikan di bulan Dzul Hijjah ini. Bulan Dzul Hijjah adalah bulan yang mulia, salah satu dari bulan haram (suci) dimana amal ibadah di bulan ini pahalanya dilipatgandakan. Dan bulan ini juga merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam berkumpul di tanah suci untuk menunaikan panggilan Allah melaksanakan rukun Islam yang kelima. Kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

 وَالْفَجْرِ ﴿١﴾ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴿٢﴾ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ ﴿٣﴾ وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ ﴿٤﴾ الفجر: 1-4

“Demi fajar, Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil, Dan malam bila berlalu” (QS. Al-Fajr 1-4).

Rasulullah juga telah bersabda :

 عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ » ( أبو داود، والترمذي وابن ماجة)

“Tiada hari dimana amal sholeh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah)”. Para sahabat bertanya: tidak juga jihad fi sabilillah..? Rasulullah menjawab: “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali dengan sesuatupun”. ( HR. Abu Daud ).

Di antara amal sholeh yang dianjurkan untuk di kerjakan di bulan dzulhijjah ini terutama di sepuluh hari pertama adalah:

  1. Takbir, Tahlil dan Tahmid

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” (QS. Al-Baqarah)

Jumhur ulama sepakat bahwa beberapa hari berbilang adalah hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Imam Al-Bukhari memasukan hari Tasyriq pada hari sepuluh pertama DzulHijjah, dan memiliki keutamaan yang sama sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menjelaskan, bahwa kemuliaan hari Tasyriq mengiringi kemuliaan Ayyamul ‘Asyr; karena keduanya terkait dengan amal ibadah haji dan karena sebagian hari Tasyriq adalah sebagian hari ‘Ayyamul ‘Asyr yaitu hari raya Idul Adha.

Imam al-Bukhari berkata : ”Ibnu Umar t dan Abu Hurairah t pada hari sepuluh pertama Dzulhijjah pergi ke pasar bertakbir dan manusia mengikuti takbir keduanya.”

  1. Puasa sunnah, khususnya puasa hari ‘Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah

Dari Abu Qatadah ra berkata, Rasulullah r ditanya tentang puasa hari ‘Arafah. Rasulullah menjawab, ”Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

  1. Memperbanyak amal ibadah, karena pahalanya dilipatgandakan, seperti shalat, dzikir, takbir, tahlil, tahmid, shalawat, puasa, infak, dll.

Dari Jabir t bahwa Rasulullah r bersabda, ”Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Ditanya, “Apakah jihad di jalan Allah tidak sebaik itu?” Rasul r menjawab, ”Tidak akan sama jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid).” (HR Al-Bazzar dengan sanad yang hasan dan Abu Ya’la dengan sanad yang shahih)

  1. Shalat ‘Idul Adha pada Hari Nahr (10 Dzulhijjah)

Allah Ta’ala berfirman: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS al-Kautsar 2)

Di antara makna perintah shalat disini adalah shalat Idul Adha. Berkata Ar-Rabi’, “Jika engkau selesai shalat di hari Idul Adha, maka berkurbanlah.”

Dari Abu Said berkata, “Rasulullah r keluar di hari Idul Fitri dan Idul Adha ke musholla. Yang pertama dilakukan adalah shalat, kemudian menghadap manusia –sedang mereka tetap pada shafnya- Rasulullah berkhutbah memberi nasehat dan  menyuruh mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari Ummi ‘Athiyah berkata, ”Kami diperintahkan agar wanita yang bersih dan yang sedang haidh keluar pada dua Hari Raya, hadir menyaksikan kebaikan dan khutbah umat Islam dan orang yang berhaidh harus menjauhi musholla.” (Muttafaq ‘alaihi)

  1. Takbir dan berkurban di hari Tasyriq

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” (QS Al-Baqarah)

Pada hari Tasyriq juga masih disunnahkan untuk berkurban. Rasulullah bersabda:

“Seluruh hari Tasyriq adalah hari penyembelihan (kurban).” (HR Ahmad).

 Etika Berqurban:

 Adapun ketika berqurban ada baiknya kita perhatikan hal-hal berikut ini :

Pertama: Hewan qurban hanya berupa unta, sapi atau kambing termasuk biri-biri/ domba, selain itu (seperti kuda, dll.) maka hal itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah.

Kedua: Umur kambing minimal 1 tahun masuk tahun ke dua, umur sapi minimal 2 tahun masuk tahun ke tiga. 1 ekor kambing untuk satu orang, 1 ekor sapi untuk 7 orang. Namun jika seseorang sebagai kepala rumah tangga misalnya, ingin berkurban 1 ekor kambing untuk semua anggota keluarganya maka dibolehkan. Selengkapnya silahkan lihat: (HR. Muslim syarah Nawawi, no: 3637).

Ketiga: Waktu Penyembelihan berlangsung seusai didirikannya shalat idul adha pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai pada tanggal 11, 12 dan 13 (hari-hari tasyrik), bagi yang menyembelih selain waktu di atas maka sembelihanya bukan lagi di sebut qurban, akan tetapi dianggap sebagai shodaqah biasa.

Keempat: Selektiflah dalam memilih hewan qurban karena ini persembahan untuk Allah I sebagai wujud ketaatan kepada-Nya. Pilihlah hewan yang jantan (diutamakan), sehat, cukup umur dan bebas dari hal-hal seperti: matanya juling, luka sebagian badan, mata merah, pincang, tidak bertanduk, hidung berair, demam, dll.) Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik”. (HR. Muslim).

Terkait jantan atau betina, Asy Syairozi menuturkan bahwa dari Ummu Kurz, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Anak laki-laki hendaklah diaqiqahi dengan 2 kambing, sedangkan anak perempuan dengan 1 kambing. Tidak mengapa bagi kalian memilih yang jantan atau betina dari kambing tersebut.(HR. An Nasai no. 4222 dan Abu Daud no. 2835. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam penjelasannya, Asy Syairozi rahimahullah mengatakan, “Jika dibolehkan jantan dan betina dalam aqiqah berdasarkan hadits di atas, maka sama halnya dengan kurban (udhiyah) boleh dengan jantan atau betina. Karena daging kambing jantan lebih enak (thoyyib). Sedangkan kambing betina lebih basah.” (Lihat Al Majmu’ Syarh Al Muhadzzab lis Syairozi, 8: 222)

Kelima: Sebaiknya anda sendiri yang menyembelih hewan qurban anda, namun boleh diwakilkan.

Keenam: Bagi orang yang telah berniat untuk berqurban ketika mulai memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hendaklah menghindari perkara: memotong kuku, mencukur rambut (kumis, ketiak, janggot, sekitar kemaluan, dll.) sampai hewan qurbannya disembelih, berdasarkan sabda Rasulullah: “Jika salah seorang diantara kalian ingin berqurban hindarilah mencukur rambut dan memotong kukunya sampai hewan qurbanya disembelih“. (HR. Muslim).

Ketujuh: Hendaklah hewan qurban diberi makan secukupnya sebelum disembelih agar tetap kelihatan gemuk dan sehat.

Kedelapan: Hendaklah pisau yang dipakai menyembelih diasah terlebih dahulu sampai tajam agar tidak menyiksa binatang sembelihan.

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: عَنْ رَسُولِ اللَّهِ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ. (رواه مسلم وأبو داود)

Kesembilan: Hewan qurban ketika disembelih menghadap kiblat posisi miring dengan bertumpu pada bahu sebelah kiri.

Kesepuluh: Hendaklah yang menyembelih membaca basmalah: بسم الله، الله أكبر

Wallahu a’lam bish shawab…

Hasil Tes Penempatan Kelas Mahasiswa Baru

Berikut ini adalah hasil Tes Penempatan Kelas Mahasiswa Baru Ma’had Abdurrahman Bin ‘Auf Semester Ganjil Tahun Ajaran 2015-2016.

Silahkan Klik pada masing-masing Judul untuk Mengetahui Hasil Tes Penempatan kelas.

Maba Diterima Semester Ganjil 2015-2016 (Putra)

Maba Diterima Semester Ganjil 2015-2016 (Putri)

1. Bagi yang namanya tidak tercantum, segera menghubungi Ibu Sholihah di Sekretariat Putri atau Bapak Juta di Sekretariat Putra

2. Seluruh mahasiswa baru WAJIB melakukan Daftar Ulang dengan Mengisi Formulir Herregistrasi, melengkapi dokumen pendaftaran dan membayar Biaya Daftar Ulang. Daftar Ulang secara Online bisa klik di sini

3. Pembelian Buku Paket dapat dilakukan pada saat daftar ulang di Sekretariat Ma’had

4. Orientasi Pengenalan Program/ Muhadhoroh Ta’rifiah Untuk Mahasiswa Baru diadakan pada Hari Senin, 31 Agustus 2015 Jam 08.30 (untuk Putri) dan Jam 13.00 (untuk Putra) bertempat di Ruang Kelas Persiapan.

5. Efektif mulai Semester Genap TA 2012-2013, bagi mahasiswa yang terlambat melakukan daftar ulang akan dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,- yang wajib dibayarkan pada saat yang bersangkutan memastikan diri untuk studi di Ma’had.

6. Selamat bergabung ke dalam Keluarga Besar Civitas Akademika Ma’had Abdurrahman Bin ‘Auf Malang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmad kepada kita dan kita mampu istikomah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam